Kamis, 05 Mei 2011

CONTOH LAPORAN KASUS PADA PASIEN PNEUMONIA


PNEUMONIA
                                                                              Tgl. Pengkajian   :  21/ 08 / 20010
                                                                              Dx. Medis             :  pnemonia
                                                                              No. MR                 :  040497


Identitas  Pasien:
a.    Identitas Klien
Nama                                 :    Tn ”S”
Umur                                  :    53 Tahun
Jenis Kelamin                  :    Laki-laki
Agama                               :    Islam
Suku / Bangsa                 :    Bugis / Indonesia
Status Perkawinan         :    Kawin
Pekerjaan                         :    Guru
Pendidikan                       :    S1
Alamat                               :    Jl. Poros Majene Bonde, Kab. Majene
b.    Identitas Penanggung
Nama                                 :    Ny. “A”
Umur                                  :    49 Tahun
Jenis Kelamin                  :    Perempuan
Pekerjaan                         :    Guru
Hubungan dengan klien    :     Istri









Pemeriksaan fisik
Persentase bervariasi bergantung pada etiologi, usia, dan keadaan klinis.
o   Awitan akut biasanya oleh kuman patogen seperti S.pneumoniae, streptococcus, dan staphilococcus. Pneumonia virus ditandai dengan myalgia, malaise, batuk kering yang nonproduktif.
o   Awitan yang tidak terlihat dan ringan pada orang tua atau orang dengan penururunan imunitas akibat kuman yang kurang patoghen.
o   Tanda-tanda fisik pada pneumonia yang biasa dijumpai adalah demam, sesak nafas, lemah, tanda-tanda konsolidasi paru ( perkusi paru dullness ), ronkhi nyaring serta suara pernafasan bronkhial.
o   Ronkhi basah dan gesekan pleura dapat terdengan diatas jaringan yang terserang karena eksudat dan fibrin dalam alveolus.

Gejala
Keluhan utama yang sering tinbul pada klien pneumonia adalah adanya awitan yang ditandai dengan keluhan menggigil, demam, nyeri pleuritik, batuk, sputum berwara seperti karat, takipnea terutama setelah adanya konsolidasi paru.
Pneumonia sering kali timbul setelah infeksi saluran nafas atas ( infeksi pada hidung dan tenggorokan). Resiko tinggi timbul pada klien dengan riwayat alkoholik, post operasi, infeksi pernafasan, dan klien dengan imunosupresif ( kelemahan dalam sistem imun ).

Tindakan
1.    Sebagian besar khasus penomenia dapat diobati tampa harus menjalani rawat inap
2.    Pengobatan awal biasanya adalh anti biotik yang cukup manjur mengatasi penomenia oleh bakteri
3.    Untuk penemonia oleh virus sampai saat ini belum ada panduan khususmeski beberapa obat antipirus telah digunakan
4.    Selain antibiotik pasien jg akan mendapatkan pengobatan tambahan berupa pengaturan polah makan dan oksigen untuk meningkatkan jumblah oksigen dalm darah 


 Etiologi
                     Pneumonia disebabkan oleh berbagai macam sebab,meliputi :
Ø  infeksi karena bakteri,virus,jamur atau parasit.
Ø  Pneumonia juga dapat terjadi karena bahan kimia atau kerusakan fisik dari paruparu,atau secara tak langsung dari penyakit lain seperti kanker paru atau penggunaan alkohol.

Terapi
·         Sebagian besar kasus pneumonia dapat diobati tanpa harus menjalani rawat inap.
·         Umumnya antibiotik oral,istirahat,cairan dan perawatan rumah sudah mencukupi untuk kesembuhan sepenuhnya.
·         seseorang dengan pneumonia yang memiliki kesulitan bernapas ,orang dengan masalah kesehatan lain dan para orang tua mungkin memerlukan perawatan yang lebih ahli.
·         Jika gejala-gejalanya bertambah buruk,pneumonia tidak bertambah baik dengan perawatan di rumah atau muncul komplikasi,orang tersebut harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
·         Pengobatan awal biasanya adalah antibiotik, yang cukup manjur mengatasi penumonia oleh bakteri, mikoplasma dan beberapa kasus rickettsia.
·         Untuk pneumonia oleh virus sampai saat ini belum ada panduan khusus, meski beberapa obat antivirus telah digunakan. Kebanyakan pasien juga bisa diobati dirumah.
·         Biasanya dokter yang menangani peneumonia akan memilihkan obat sesuai pertimbangan masing-masing, setelah suhu pasien kembali normal, dokter akan menginstruksikan pengobatan lanjutan untuk mencegah kekambuhan, karena serangan berikutnya bisa lebih berat dibanding yang pertama.
·         Selain antibiotika, pasien juga akan mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah okigen dalam darah
·          Pada pasien yang berusia pertengahan, diperlukan istirahat lebih panjang untuk mengembalikan kondisi tubuh. Namun, mereka yang sudah sembuh dari pneumonia mikoplasma akan letih lesu dalam waktu yang panjang.
·          Secara rutin, pasien yang sudah sembuh dari pneumonia jangan dilarang kembali melakukan aktifitasnya. Namun mereka perlu diingatkan untuk tidak langsung melakukan yang berat-berat. karena, istirahat cukup merupakan kunci untuk kembali sehat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar